Berita Pendistribusian

BAZNAS Babel Laksanakan Program Sedekah Daging di Dusun Beting
Belinyu, Bangka – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 H menjadi momen penuh kebahagiaan bagi masyarakat Dusun Beting, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Setelah selama tiga tahun terakhir tidak mendapatkan distribusi daging kurban, warga akhirnya dapat menikmati daging kurban melalui Program Sedekah Daging yang dilaksanakan oleh BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 28 Mei 2026.
Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat, BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan satu ekor sapi kurban kepada masyarakat Dusun Beting. Penyaluran dilakukan melalui musholla setempat yang menjadi pusat koordinasi pelaksanaan kegiatan.
Suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa sejak pagi hari. Warga yang hadir secara sukarela bergabung dalam proses penyembelihan, pemotongan, hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan manfaat berupa pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Program Sedekah Daging ini dilaksanakan setelah BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan verifikasi lapangan di Dusun Beting. Berdasarkan hasil verifikasi, diketahui bahwa masyarakat di wilayah tersebut tidak menerima daging kurban selama tiga tahun terakhir pada setiap pelaksanaan Iduladha. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya jumlah hewan kurban yang tersedia di sekitar Desa Bintet, sementara mayoritas masyarakat setempat berada dalam kondisi ekonomi menengah ke bawah.
Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini belum tersentuh distribusi hewan kurban secara merata.
“Melalui Program Sedekah Daging ini, kami ingin memastikan bahwa kebahagiaan Iduladha dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah yang selama ini minim menerima distribusi kurban. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari pemerataan distribusi hewan kurban di wilayah-wilayah yang membutuhkan pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Mulyadi juga menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam memperluas manfaat program tersebut.
“Kami mengajak seluruh perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta untuk bersama-sama berkolaborasi dalam Program Sedekah Daging. Dengan sinergi yang baik, distribusi hewan kurban dapat menjangkau lebih banyak daerah yang selama ini belum mendapatkan perhatian,” tambahnya.
Melalui Program Sedekah Daging ini, BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat dan sedekah secara tepat sasaran. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan serta menghadirkan kebahagiaan Iduladha bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan minim akses terhadap hewan kurban.
EKONOMI_PEDESAAN02/06/2026 | Humas

Dari Serabutan Menjadi Andalan: Kisah Abdul Karim Menyalakan Harapan Lewat Bengkel
Di sebuah sudut tenang di Desa Rukam, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, tinggal seorang pria sederhana bernama Abdul Karim. Dahulu, hari-harinya dilalui dengan pekerjaan serabutan, apa saja yang bisa dikerjakan demi menyambung hidup. Tidak ada kepastian, tidak ada jaminan esok hari akan lebih baik. Namun, di balik keterbatasan itu, Abdul Karim menyimpan harapan kecil: suatu hari ia ingin memiliki pekerjaan yang layak dan mampu menghidupi dirinya dengan lebih pasti.
Kesempatan itu datang ketika ia terdaftar sebagai penerima program ZAuto dari BAZNAS. Bagi Abdul Karim, ini bukan sekadar bantuan, melainkan titik balik dalam hidupnya. Ia mengikuti pelatihan sebagai mekanik bengkel dengan penuh kesungguhan. Setiap ilmu yang diberikan ia serap dengan tekun, seolah ia tahu bahwa inilah jalan yang selama ini ia nantikan.
Tidak hanya dibekali keterampilan, Abdul Karim juga diberikan peralatan dan perlengkapan untuk memulai usaha bengkel motor di dekat rumahnya. Usaha itu dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana, sebuah booth kontainer kecil. Dari situlah perjalanan barunya dimulai.
Hari demi hari, ia jalani dengan kerja keras dan konsistensi. Tangan yang dulu terbiasa melakukan pekerjaan serabutan, kini semakin terampil memperbaiki berbagai kerusakan motor. Warga sekitar mulai mengenal keahliannya. Satu per satu pelanggan datang, mempercayakan kendaraannya kepada Abdul Karim.
Lebih dari satu tahun berlalu, perubahan itu kini nyata terlihat. Bengkel kecil dari booth kontainer telah berkembang. Dengan penuh semangat, Abdul Karim memperluas usahanya dengan membangun lapak menggunakan baja ringan di samping rumahnya. Tempat itu kini menjadi saksi bagaimana tekad dan kesempatan dapat berjalan beriringan.
Setiap hari, suara alat bengkel dan deru motor menjadi bagian dari rutinitasnya. Ia tak lagi khawatir mencari pekerjaan setiap pagi. Kini, justru pelanggan yang datang mencarinya.
Meski begitu, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Akses terhadap sparepart motor masih menjadi kendala. Tidak semua kebutuhan tersedia dengan mudah, sehingga terkadang ia harus menunggu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, bagi Abdul Karim, hal itu bukan alasan untuk menyerah.
Dengan penuh rasa syukur, ia menyadari bahwa hidupnya telah berubah. Program ZAuto bukan hanya memberinya alat dan keterampilan, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian. Kini, ia memiliki penghasilan yang lebih jelas, harapan yang lebih nyata, dan masa depan yang lebih terarah.
Kisah Abdul Karim adalah bukti bahwa ketika kesempatan bertemu dengan kemauan, perubahan bukanlah sesuatu yang mustahil. Dari pekerjaan serabutan menuju seorang mekanik yang mandiri—ia telah membuktikan bahwa setiap orang berhak untuk bangkit, selama ada kemauan dan dukungan yang tepat.
EKONOMI PEDESAAN04/05/2026 | Humas

BAZNAS Provinsi Bangka Belitung Gelar Kegiatan Motivasi Untuk Menghindari Kenaka
Pangkalpinang - Baznas Provnisi Kep. Bangka Belitung bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kep. Bangka Belitung menggelar kegiatan yang melibatkan pelajar SMA/SMK di Kota Pangkalpinang dan sekitarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Mitro Room Sun Hotel Pangkalpinang itu melibatkan narasumber dari berbagai kalangan mulai dari Dinas Pendidikan, Polda Kep. Bangka Belitung, hingga tokoh agama dengan harapan bisa memberikan motivasi dan kesadaran kepada para pelajar yang hadir untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang berdampak negatif pada kehidupan mereka.
Ibu Al Fisyah selaku Kabid GTK Dinas Pendidikan Prov. Kep. Bangka Belitung yang turut hadir memberikan arahan bahwa kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini adalah kurangnya pengawasan orang tua apalagi bahayanya judi online ditingkat remaja akan berdampak negatif.
“Banyak orang tergiur oleh janji-janji keuntungan instan tanpa menyadari risiko besar yang mengintai. Oleh karena itu, literasi tentang bahaya kenakalan remaja dan bahaya judi online sangat penting,” katanya.
Kita mengajak seluruh pihak dan elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam memerangi kenakalan remaja dan bahayanya judi online dikalangan pelajar.
“Setelah kita melakukan konsolidasi pemikiran, tinggal kita naikkan menjadi konsolidasi kita upayakan dalam mencegah kenakalan remaja dan bahaya judi online di kalangan remaja bisa terwujud dan insyaAllah BAZNAZ dan seluruh UPZ akan menjadi bagian dari upaya penting ini,” Ucapnya.
Sementara itu, ketua Baznas Provinsi Bangka Belitung menyampaikan, Pemanfaatan zakat dalam melakukan pencegahan kenakalan remaja dan bahaya judi online dikalangan pelajar menjadi salah satu program yang relevan dengan kondisi kita saat ini.
“Dengan dana zakat kita memberikan edukasi, pelatihan kerja melalui program pendidikan berbasis zakat. Program ini mencakup pelatihan keterampilan, seminar, workshop yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang resiko kenakalan remaja dan bahaya judi online dikalangan pelajar,” Ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebagai salah satu narasumber yang berasal dari Kacabdin I Pangkalpinang, bapak Sjamsul Bachri menyampaikan bahwa fenomena yang banyak menyerang pelajar dan terjadi di sekitar kita saat ini yakni YOLO, FOMO, dan FOVO, yang membuat para pelajar menjadi tidak percaya diri, cenderung mengikuti hal-hal negatif yang sedang trend di media sosial.
Sementara itu, dari Polda Kep. Bangka Belitung yang disampaikan oleh Wadirbinmas Polda Kep. Bangka Belitung menyampaikan kasus-kasus kenakalan remaja yang mengarah ke unsur pidana terus meningkat setiap tahunnya, hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan-aturan.
"Kita bisa melihat bagaimana budaya di Jepang, ketika anak-anak menyeberang jalan dan kemudian memberi hormat kepada pengguna jalan lain yang sudah mengizinkan mereka menyeberang, jauh berbeda dengan disiplin yang ada di lingkungan kita", ujarnya.
Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut diisi dengan motivasi oleh Buya H. Hendi Kurniah. Dalam materi yang disampaikan, pria yang akrab disapa Buya tersebut menyampaikan bahwa Motivasi yang kuat berasal dari dalam diri sendiri keluar "In Side Out".
Selain itu, beliau juga menyampaikan, anak muda yang tidak mempunyai motivasi mereka akan menjadi beban orang tua di masa depan, maka dari itu tanamkan motivasi mulai dari hari ini.
Hadir dalam acara tersebut Rumah Sehat Baznaz, Manager Bank Indonesia, Kepala BPMP, BMKG, Baznaz Pangkalpinang, Kepala BPKP Prov. Kep. Bangka Belitung, Diskominfo, Perwakilan dari PT Timah TBK dan Perwakilan Korem 045.
DAKWAH BAZNAS29/08/2024 | Admin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kep. Bangka Belitung.
Lihat Daftar Rekening →